TaniaLoG

December 18th, 2006

Pemilos

Posted by tanialog in Uncategorized

Pemilihan OSIS…
(yang ngerti cuma anak sanur)

Setiap taun, bisa dibilang ga ada hal baru. Tiap kandidat biasanya jago ngelontarin kata2 indah ("inovatif", "berani", "komunikatif", dll). Kata2 itu emang bagus. Tapi kalo setiap taun diulang2 oleh setiap kandidat, rasanya bosen juga ya dengernya.

Emang, kalo diliat dari sisi kandidat, mereka ga diberi banyak pilihan untuk membuat sesuatu yang baru, baik pada saat kampanye maupun saat menjabat (kalo terpilih). Peraturan sekolah yang ketat dan birokrasi yang cukup berbelit (harus minta izin pada "Yang Maha Kuasa" utk acara2 yang gede alias - harapannya sih - revolusioner) pastinya membatasi kebebasan bergerak. Jadilah, setiap taun kata2 yang keluar itu2 aja, metode kampanyenya itu2 aja, dll.

Rasanya ini juga terjadi di luar sekolah, yakni di pemilihan2 yang lain, kayak pemilihan gubernur, bupati, bahkan presiden. Soal kata2 mereka jago, tapi realisasi? Pembaruan? Di Indonesia sih, *skeptis mode ON* 0.01% dari janji saat kampanye bisa terealisasi aja udah patut dikasih tepuk tangan.

Satu hal yang cukup lucu dari Pemilos taun ini (ehm, gw lupa sih taon2 lalu persisnya ky gmn) adalah para penanya (guru/anggota OSIS) ga boleh nanya soal program kerja. Memang, setiap pasangan calon ketua/wakil ketua belum bikin kabinet (ya kan? moga2 ga salah), dan ga mungkin program kerjanya udah terbentuk, tapi yang paling kita (anggota OSIS khususnya) pengen tau adalah rencana konkret dari tiap pasangan calon. Rencana tindakan. Ga harus exact, tapi seengganya ada gambaran rencana.

Kalo masalah program dilarang untuk dibahas, yang terjadi cuma umbar kata2 (moga2 aja nantinya bener2 terealisasi, tapi kan skrg kita blom tw).

But, seandainya di sanur ada sosok yang bener2 merupakan pemimpin yang mampu membawa angin segar, mampu membawa revolusi, gw yakin hal itu akan terlihat bahkan dari hal2 yang sangat kecil sekalipun, misalnya cara dia ngomong. Well, mungkin ini pendapat gw pribadi aja, tp gw lebih suka sama orang yang melibatkan orang lain ketika ngomong di depan umum. Orang yang mengutamakan interaksi, bukan komunikasi satu arah dengan hanya berpidato. Dengan sikap kaya gini, menurut gw setidaknya satu kata ("komunikatif") udah terealisasi, meskipun dalam bentuk yang sederhana.

Interaksi seperti apa?
Mungkin daripada mengatakan, "Kami akan melibatkan anggota2 OSIS dalam kepanitiaan acara2 yang dibuat OSIS nantinya."
Akan lebih baik kalo yg dikatakan begini, "Di sini siapa aja yang udah pernah ikut dlm kepanitian acara2 OSIS? (beberapa orang akan tunjuk tangan –> contoh interaksi sederhana) Saya (ato kami) yakin temen2 yang udah pernah ikut bagian dalam kepanitiaan acara OSIS mendapat pengalaman yang berharga. Meskipun kita harus kerja keras pontang panting pergi pagi pulang malem blablabla, tapi ketika kita ngeliat hasil kerja kita, rasanya semuanya terbayar lunas. Kami yakin bahwa pengalaman berharga ini perlu kami bagikan kepada temen2, dan oleh karena itu kami akan berusaha melibatkan temen2 anggota OSIS dalam setiap kepanitiaan supaya pengalaman seperti itu bisa dialami oleh banyak orang. Dengan cara seperti ini, komunikasi antara anggota OSIS dan pengurus OSIS akan berjalan dengan baik tanpa paksaan, karena anggota OSIS tahu apa yang dikerjakan pengurus OSIS dan pengurus OSIS tahu aspirasi anggota OSIS."

Itu cuma masukan ^^

Sekarang waktunya untuk pujian…
Anyway, kampanye salah satu pasangan calon tadi cukup menarik dan idenya original ;) Selain itu, salah satu kandidat (1 orang doang) menunjukkan kemampuan public speaking yang bagus karena dia bisa berbicara dengan tenang, terarah, dan diplomatis. Kudos!

Best of luck buat kedua pasangan calon. After all, meskipun gw pernah mengalami saat2 sangat membenci sekolah yang udah gw tongkrongin dari SD ini, nyatanya gw pengen juga sekolah ini maju dan punya ketua OSIS yang bener2 mampu membawa perubahan (tentunya ke arah yg lebih baik).